Workshop Ancaman Perbatasan di Atambua Perkuat Kolaborasi Indonesia–Australia
Pose bersama para peserta setelah kegiatan workshop
Atambua, 27 November 2025 — Upaya memperkuat keamanan wilayah perbatasan kembali digelorakan melalui Workshop Ancaman Perbatasan (Border Threats Workshop) yang diselenggarakan di Hotel King Star Atambua, Jl. Moh. Yamin Km. 2, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu. Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WITA ini mempertemukan berbagai lembaga penegak hukum dari Indonesia, Timor Leste, serta dua institusi keamanan Australia: Australian Federal Police (AFP) dan Australian Border Force (ABF).
Kolaborasi Multi-Lembaga dalam Satu Meja Diskusi
Workshop ini menghadirkan dua pemateri utama dari Australia:
Ms. Sarah Hammond – Australian Federal Police (AFP)
Ms. Sarah Body – Australian Border Force (ABF)
Dari Indonesia, hadir perwakilan dari:
BNN Kabupaten Belu, diwakili oleh Kepala BNNK Belu, Mateus Cono, S.H., MH, bersama staf.
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Atambua, diwakili oleh Kepala Bea Cukai Atambua, Bambang Tutuko P., beserta tim.
Direktorat Jenderal Imigrasi Atambua, dengan perwakilan imigrasi setempat.
Sementara dari Timor Leste, hadir utusan dari:
Border Patrol Unit (UPF).Customs Authority, masing-masing dipimpin oleh satu perwakilan senior dan didampingi beberapa anggota.
Rangkaian Kegiatan Intensif
Acara diawali dengan registrasi dan pembukaan, kemudian dilanjutkan sesi perkenalan peserta. Sejumlah paparan utama disampaikan oleh AFP, ABF, Imigrasi Atambua, Bea Cukai Atambua, dan BNNK Belu. Materi mencakup pemetaan ancaman terbaru, dinamika kejahatan lintas negara, serta strategi kolaboratif dalam pengamanan perbatasan.
Workshop ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan sinergi lembaga terkait dalam menghadapi ancaman perbatasan yang semakin kompleks. Beberapa fokus utama kegiatan meliputi:
Komitmen bersama untuk mewujudkan manajemen perbatasan yang tangguh dicapai melalui identifikasi dan analisis ancaman aktual seperti perdagangan narkotika, penyelundupan manusia, dan terorisme lintas batas, yang kemudian direspons dengan perumusan strategi bersama untuk pencegahan dan penindakan aktivitas ilegal tersebut. Strategi ini didukung oleh peningkatan kapasitas petugas melalui teknik pengawasan, penilaian risiko, dan pemanfaatan teknologi modern—termasuk analisis data dan sistem komunikasi terintegrasi—serta penguatan pertukaran informasi lintas negara, semua demi memastikan kelancaran lintasan legal bagi orang dan barang tanpa mengurangi kontrol keamanan demi menjaga stabilitas perbatasan
Kegiatan ini menegaskan kembali pentingnya kolaborasi antara Indonesia, Australia, dan Timor Leste dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan. Melalui workshop ini, para peserta memperkuat komitmen bersama menghadapi ancaman transnasional demi keamanan regional yang lebih baik.
Redaksi PenaHits.com
Kolaborasi Multi-Lembaga dalam Satu Meja Diskusi
Workshop ini menghadirkan dua pemateri utama dari Australia:
Ms. Sarah Hammond – Australian Federal Police (AFP)
Ms. Sarah Body – Australian Border Force (ABF)
Dari Indonesia, hadir perwakilan dari:
BNN Kabupaten Belu, diwakili oleh Kepala BNNK Belu, Mateus Cono, S.H., MH, bersama staf.
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Atambua, diwakili oleh Kepala Bea Cukai Atambua, Bambang Tutuko P., beserta tim.
Direktorat Jenderal Imigrasi Atambua, dengan perwakilan imigrasi setempat.
BACA JUGA
Border Patrol Unit (UPF).Customs Authority, masing-masing dipimpin oleh satu perwakilan senior dan didampingi beberapa anggota.
Rangkaian Kegiatan Intensif
Acara diawali dengan registrasi dan pembukaan, kemudian dilanjutkan sesi perkenalan peserta. Sejumlah paparan utama disampaikan oleh AFP, ABF, Imigrasi Atambua, Bea Cukai Atambua, dan BNNK Belu. Materi mencakup pemetaan ancaman terbaru, dinamika kejahatan lintas negara, serta strategi kolaboratif dalam pengamanan perbatasan.
Workshop ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan sinergi lembaga terkait dalam menghadapi ancaman perbatasan yang semakin kompleks. Beberapa fokus utama kegiatan meliputi:
Komitmen bersama untuk mewujudkan manajemen perbatasan yang tangguh dicapai melalui identifikasi dan analisis ancaman aktual seperti perdagangan narkotika, penyelundupan manusia, dan terorisme lintas batas, yang kemudian direspons dengan perumusan strategi bersama untuk pencegahan dan penindakan aktivitas ilegal tersebut. Strategi ini didukung oleh peningkatan kapasitas petugas melalui teknik pengawasan, penilaian risiko, dan pemanfaatan teknologi modern—termasuk analisis data dan sistem komunikasi terintegrasi—serta penguatan pertukaran informasi lintas negara, semua demi memastikan kelancaran lintasan legal bagi orang dan barang tanpa mengurangi kontrol keamanan demi menjaga stabilitas perbatasan
Kegiatan ini menegaskan kembali pentingnya kolaborasi antara Indonesia, Australia, dan Timor Leste dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan. Melalui workshop ini, para peserta memperkuat komitmen bersama menghadapi ancaman transnasional demi keamanan regional yang lebih baik.
Redaksi PenaHits.com