🔥 BREAKING
Selamat Datang di PenaHits.com - Referensi Digital Masa Kini

Sriwijaya Air dan Wings Air Hentikan Rute Denpasar–Waingapu, Ini Penyebabnya

Kategori: Sosial 13 Jan 2026 05:47 12 views
Sriwijaya Air dan Wings Air Hentikan Rute Denpasar–Waingapu, Ini Penyebabnya

Bandara Umbu Mehang Kunda - Sumba Timur

Denpasar – Maskapai Sriwijaya Air dan Wings Air resmi menghentikan operasional rute penerbangan Denpasar (Bali)–Waingapu (Sumba Timur). Penghentian rute ini disebabkan oleh kombinasi faktor operasional, teknis bandara, serta pertimbangan efisiensi dan profitabilitas maskapai.

Pembatasan Jam Operasional Pesawat Propeller di Bali

Salah satu faktor utama penghentian rute oleh Wings Air adalah pembatasan jam operasional pesawat baling-baling (propeller) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar. Otoritas bandara hanya mengizinkan pesawat propeller, seperti ATR 72 yang digunakan Wings Air, beroperasi pada pukul 07.00 hingga 12.00 WITA.

Masalahnya, jadwal penerbangan Denpasar–Waingapu selama ini umumnya dilakukan pada siang hingga sore hari. Akibat pembatasan tersebut, Wings Air tidak dapat menyesuaikan jadwal penerbangan secara optimal dan akhirnya menghapus rute ini dari jadwal reguler.

Keterbatasan Teknis Bandara Waingapu

Sementara itu, Sriwijaya Air menghadapi tantangan berbeda. Bandara Umbu Mehang Kunda (Waingapu) memiliki panjang landasan pacu sekitar 1.850 meter dengan sejumlah hambatan (obstacle) di ujung runway. Kondisi ini membatasi kemampuan pesawat jet seperti Boeing 737 untuk beroperasi secara maksimal.

Akibatnya, pesawat hanya diperbolehkan mengangkut sekitar 110 penumpang dari kapasitas normal sekitar 130 kursi. Pembatasan muatan tersebut berdampak langsung pada tingkat keterisian (load factor) dan menyulitkan maskapai untuk mencapai titik keuntungan.

Pertimbangan Efisiensi dan Profitabilitas
Dengan tingginya biaya operasional pesawat jet dan pembatasan muatan yang berlangsung terus-menerus, Sriwijaya Air menilai rute Denpasar–Waingapu tidak lagi ekonomis. Per November 2025, maskapai tersebut memutuskan untuk menghentikan sementara operasional rute ini demi menjaga keberlanjutan bisnis.

Kendala Operasional dan Faktor Alam

Selain faktor teknis bandara, rute ini juga kerap mengalami gangguan operasional sepanjang 2024 hingga 2025. Sejumlah penerbangan dibatalkan akibat masalah teknis armada yang menyebabkan keterlambatan panjang. Jika pesawat terlambat berangkat dari Denpasar, penerbangan tidak dapat dilanjutkan karena Bandara Waingapu umumnya tutup pada pukul 17.00 WITA.

Faktor alam turut memperburuk kondisi. Aktivitas vulkanik di wilayah Nusa Tenggara Timur, termasuk erupsi Gunung Lewotobi, beberapa kali memaksa penutupan ruang udara dan pembatalan penerbangan secara massal.

Alternatif Akses ke Pulau Sumba

Saat ini, akses utama menuju Pulau Sumba dialihkan melalui Bandara Lede Kalumbang, Tambolaka, Sumba Barat Daya. Bandara tersebut memiliki landasan pacu sepanjang sekitar 2.500 meter tanpa hambatan, sehingga memungkinkan pesawat jet beroperasi tanpa pembatasan muatan.

Sejumlah maskapai seperti Batik Air, NAM Air, dan Sriwijaya Air masih melayani penerbangan ke Tambolaka, menjadikannya pintu masuk utama ke Pulau Sumba bagi wisatawan dan pelaku perjalanan.

Redaksi PenaHits.com