🔥 BREAKING
Selamat Datang di PenaHits.com - Referensi Digital Masa Kini

Semangat "Mama Bergerak": Inisiatif Literasi Digital bagi Penenun Tradisional di TTS

Kategori: Sosial 17 Dec 2025 19:51 22 views
Semangat "Mama Bergerak": Inisiatif Literasi Digital bagi Penenun Tradisional di TTS

Literasi Digital bagi Penenun Tradisional di TTS

SOE – Sebuah gerakan sosial berbasis komunitas yang dinamakan "Mama Bergerak" menarik perhatian publik di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Rabu (17/12/2025). Kelompok relawan muda bekerja sama dengan tokoh adat setempat meluncurkan program Literasi Digital Tenun Ikat di Desa Niki-Niki.

Program ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara kearifan lokal dengan teknologi pasar modern, mengingat NTT sedang mengalami tren peningkatan ekspor kain tenun secara nasional.

Melawan Tengkulak dengan Teknologi
Selama ini, para penenun di pelosok TTS seringkali terpaksa menjual karya mereka dengan harga rendah kepada pengepul atau tengkulak. Dengan inisiatif sosial ini, para ibu pengrajin tenun (Mama-Mama) diajarkan cara menggunakan smartphone untuk:

Digital Branding: Memotret produk dengan teknik pencahayaan sederhana.

E-Commerce: Mengelola toko daring (online shop) di platform nasional.
Literasi Keuangan: Menggunakan sistem pembayaran digital untuk pencatatan keuangan yang lebih transparan.

"Kami tidak ingin budaya tenun kami hilang, tapi kami juga ingin hasil keringat mama-mama ini dihargai dengan layak. Digitalisasi adalah senjatanya," ungkap Yuliana Benu, salah satu inisiator gerakan tersebut.

Dampak Sosial: Menurunkan Angka Migrasi Ilegal
Secara sosiologis, penguatan ekonomi kreatif di tingkat desa ini diharapkan dapat menekan angka migrasi tenaga kerja ilegal dari NTT. Dengan adanya peluang ekonomi yang menjanjikan di rumah sendiri, para perempuan di desa tidak lagi merasa terdesak untuk mencari kerja di luar negeri (menjadi PMI) yang seringkali berisiko tinggi.

Dukungan Pemerintah dan Akademisi
Kegiatan ini juga mendapat pendampingan dari mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) yang sedang melakukan pengabdian masyarakat. Mereka membantu proses pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk motif-motif tenun tertentu agar tidak diklaim secara sepihak oleh industri besar.

Langkah kecil dari Niki-Niki ini menjadi cermin perubahan sosial di NTT pada tahun 2025, di mana masyarakat mulai aktif menggerakkan ekonomi secara mandiri berbasis potensi lokal.***