Riset Global Tekankan Efek 'Micro-Break' di Sela Jam Kerja Terhadap Produktivitas dan Kesehatan Mental
Ilustrasi - Micro-Break di Sela Jam Kerja
Jakarta, 28 November 2025 — Studi kesehatan kerja terbaru yang dirilis oleh konsorsium peneliti internasional menegaskan kembali pentingnya "Micro-Break" (jeda singkat) selama jam kerja sebagai kunci untuk menjaga produktivitas, mengurangi risiko kesehatan fisik, dan meningkatkan kesehatan mental. Hasil riset ini mendorong perusahaan dan individu di seluruh dunia untuk merevisi jam kerja padat mereka.
Mengapa Jeda 5 Menit Itu Penting?
Riset menunjukkan bahwa duduk statis terlalu lama bukan hanya meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, tetapi juga menyebabkan kelelahan kognitif (cognitive fatigue) yang serius. Micro-break—jeda aktif selama 5 hingga 10 menit setiap 60 hingga 90 menit—terbukti sangat efektif.
Temuan utama dari studi tersebut meliputi:
Peningkatan Fokus: Jeda singkat memungkinkan otak untuk "me-reset," yang secara signifikan meningkatkan kemampuan fokus dan retensi informasi pada sesi kerja berikutnya.
Meredakan Nyeri Muskuloskeletal: Melakukan peregangan ringan (stretching) selama jeda dapat mengurangi ketegangan pada leher, bahu, dan punggung, yang sering dialami oleh pekerja kantoran.
Mengurangi Stres: Jeda aktif, seperti berjalan singkat atau meditasi cepat, terbukti menurunkan kadar kortisol (hormon stres).
Rekomendasi Pola Hidup Sehat Kerja
Para peneliti merekomendasikan agar micro-break ini diisi dengan aktivitas yang benar-benar menjauhkan mata dari layar. Aktivitas yang disarankan meliputi:
Aturan 20-20-20: Setiap 20 menit, lihatlah objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik untuk mengistirahatkan mata.
Berjalan Kaki: Berjalan kaki sejenak untuk mengambil air minum atau bergerak di sekitar meja untuk melancarkan peredaran darah.
Temuan ini memperkuat posisi bahwa investasi dalam kesehatan karyawan melalui fleksibilitas istirahat bukan hanya kebijakan etis, tetapi juga strategi yang meningkatkan efisiensi kerja global.
Redaksi PenaHits.com
Mengapa Jeda 5 Menit Itu Penting?
Riset menunjukkan bahwa duduk statis terlalu lama bukan hanya meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, tetapi juga menyebabkan kelelahan kognitif (cognitive fatigue) yang serius. Micro-break—jeda aktif selama 5 hingga 10 menit setiap 60 hingga 90 menit—terbukti sangat efektif.
Temuan utama dari studi tersebut meliputi:
Peningkatan Fokus: Jeda singkat memungkinkan otak untuk "me-reset," yang secara signifikan meningkatkan kemampuan fokus dan retensi informasi pada sesi kerja berikutnya.
Meredakan Nyeri Muskuloskeletal: Melakukan peregangan ringan (stretching) selama jeda dapat mengurangi ketegangan pada leher, bahu, dan punggung, yang sering dialami oleh pekerja kantoran.
BACA JUGA
Rekomendasi Pola Hidup Sehat Kerja
Para peneliti merekomendasikan agar micro-break ini diisi dengan aktivitas yang benar-benar menjauhkan mata dari layar. Aktivitas yang disarankan meliputi:
Aturan 20-20-20: Setiap 20 menit, lihatlah objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik untuk mengistirahatkan mata.
Berjalan Kaki: Berjalan kaki sejenak untuk mengambil air minum atau bergerak di sekitar meja untuk melancarkan peredaran darah.
Temuan ini memperkuat posisi bahwa investasi dalam kesehatan karyawan melalui fleksibilitas istirahat bukan hanya kebijakan etis, tetapi juga strategi yang meningkatkan efisiensi kerja global.
Redaksi PenaHits.com