Mulut Seribu, Surganya Wisata Bahari di Rote Ndao
Mulut Seribu, Surganya Wisata Bahari di Rote Ndao
Rote Ndao, NTT — Di ujung selatan Indonesia, Kabupaten Rote Ndao kini tengah menonjolkan destinasi wisata bahari yang unik: Mulut Seribu. Teluk dengan gugusan pulau kecil ini berada di Desa Daima, Kecamatan Landu Leko, dan menjadi magnet baru bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam yang masih alami.
“Ini tempat favorit saya untuk snorkeling dan berlayar santai. Airnya jernih, dan pemandangan pulau-pulau kecilnya luar biasa,” kata Andrianto, seorang wisatawan lokal, saat ditemui di Mulut Seribu, Sabtu (27/12/2025).
Gugusan pulau di teluk ini seakan membentuk labirin alami. Nama “Mulut Seribu” sendiri berasal dari kondisi perairan yang memiliki banyak pulau kecil dan rute laut yang rumit, sehingga pengunjung seolah menjelajahi seribu “mulut” laut.
Menurut Siti Rahmawati, pemandu wisata lokal, kawasan ini sangat cocok untuk snorkeling, berenang, berlayar dengan perahu, hingga fotografi lanskap. “Banyak pengunjung datang untuk foto-foto sunset. Cahaya sore membuat pulau-pulau terlihat seperti siluet emas,” ujarnya.
Perjalanan menuju Mulut Seribu dari ibu kota Kabupaten Ba’a memakan waktu sekitar 1,5 jam, melewati jalan pedalaman yang masih alami dan desa-desa tradisional. Pemerintah daerah bersama masyarakat setempat kini tengah memperbaiki fasilitas wisata, sambil menjaga kelestarian alam.
“Kami ingin wisatawan tetap nyaman, tapi alam tetap terjaga,” ujar Agus Santoso, Kepala Dinas Pariwisata Rote Ndao. Menurut Agus, pengembangan Mulut Seribu menjadi bagian dari strategi Rote Ndao untuk menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain Mulut Seribu, Rote Ndao juga memiliki pantai lain yang menarik, seperti Nembrala, Bo’a, dan Oeseli, yang terkenal dengan ombaknya untuk selancar. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan kunjungan wisatawan ke Rote Ndao terus meningkat setiap tahun, menandakan potensi pariwisata bahari daerah ini semakin besar.
Dengan panorama alam yang masih asli, aktivitas wisata yang beragam, serta dukungan masyarakat lokal, Mulut Seribu diyakini akan menjadi ikon wisata bahari Rote Ndao di masa depan.
Redaksi PenaHits.com
“Ini tempat favorit saya untuk snorkeling dan berlayar santai. Airnya jernih, dan pemandangan pulau-pulau kecilnya luar biasa,” kata Andrianto, seorang wisatawan lokal, saat ditemui di Mulut Seribu, Sabtu (27/12/2025).
Gugusan pulau di teluk ini seakan membentuk labirin alami. Nama “Mulut Seribu” sendiri berasal dari kondisi perairan yang memiliki banyak pulau kecil dan rute laut yang rumit, sehingga pengunjung seolah menjelajahi seribu “mulut” laut.
Menurut Siti Rahmawati, pemandu wisata lokal, kawasan ini sangat cocok untuk snorkeling, berenang, berlayar dengan perahu, hingga fotografi lanskap. “Banyak pengunjung datang untuk foto-foto sunset. Cahaya sore membuat pulau-pulau terlihat seperti siluet emas,” ujarnya.
BACA JUGA
“Kami ingin wisatawan tetap nyaman, tapi alam tetap terjaga,” ujar Agus Santoso, Kepala Dinas Pariwisata Rote Ndao. Menurut Agus, pengembangan Mulut Seribu menjadi bagian dari strategi Rote Ndao untuk menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain Mulut Seribu, Rote Ndao juga memiliki pantai lain yang menarik, seperti Nembrala, Bo’a, dan Oeseli, yang terkenal dengan ombaknya untuk selancar. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan kunjungan wisatawan ke Rote Ndao terus meningkat setiap tahun, menandakan potensi pariwisata bahari daerah ini semakin besar.
Dengan panorama alam yang masih asli, aktivitas wisata yang beragam, serta dukungan masyarakat lokal, Mulut Seribu diyakini akan menjadi ikon wisata bahari Rote Ndao di masa depan.
Redaksi PenaHits.com