Menjelajahi Air Terjun Laputi: Pesona 'Tangga Langit' dan Danau Keramat di Jantung Sumba Timur
Air Terjun Laputi - Sumba Timur
SUMBA TIMUR – Pulau Sumba kembali membuktikan dirinya sebagai surga tersembunyi di timur Indonesia. Selain deretan pantai berpasir putih dan hamparan perbukitan sabana yang ikonik, sebuah permata alam kini mulai mencuri perhatian para pelancong di kawasan Taman Nasional Laiwangi Wanggameti, yakni Air Terjun Laputi.
Berlokasi di Desa Praing Kareha, Kecamatan Tabundung, Kabupaten Sumba Timur, Air Terjun Laputi menawarkan visual yang berbeda dari air terjun pada umumnya. Keunikan destinasi ini terletak pada struktur tebingnya yang berundak-undak secara alami. Aliran air yang jatuh melewati tingkatan batuan tersebut menciptakan pemandangan layaknya tangga putih raksasa yang turun dari langit.
Suasana di sekitar lokasi terasa sangat tenang, dikelilingi oleh hutan hujan tropis yang masih terjaga keasriannya. Gemuruh air yang jatuh di sela-sela bebatuan purba memberikan atmosfer relaksasi yang luar biasa bagi siapa saja yang mengunjunginya.
Daya tarik utama Laputi tidak hanya berhenti pada air terjunnya saja. Di bagian atas tebing, terdapat Danau Laputi yang menjadi sumber air utama. Air danau yang jernih dengan warna biru kehijauan memantulkan rimbunnya vegetasi hutan, menciptakan gradasi warna yang memanjakan mata. Karena statusnya yang berada di dalam kawasan Taman Nasional, pengunjung juga kerap menjumpai berbagai flora dan fauna endemik Sumba, termasuk spesies burung langka yang menghuni hutan sekitarnya.
Legenda Belut Keramat dan Kelestarian Adat
Di balik keindahan alamnya, Air Terjun Laputi juga menyimpan nilai budaya dan mistis yang kental. Masyarakat lokal hingga kini masih mensakralkan kawasan ini dengan aturan adat yang ketat.
Salah satu pemandu lokal menceritakan bahwa di dalam Danau Laputi bermukim belut purba yang dianggap keramat oleh warga setempat. Masyarakat meyakini bahwa siapa pun dilarang keras untuk menangkap atau menyakiti belut tersebut, karena dipercaya dapat mendatangkan kemalangan bagi pelakunya.
Menariknya, kearifan lokal ini justru menjadi benteng pertahanan bagi kelestarian alam di sana. Kepercayaan tersebut secara tidak langsung menjaga ekosistem Laputi tetap murni dan terlindungi dari tangan-tangan jahil yang ingin merusak lingkungan.
Panduan bagi Pengunjung
Mengingat lokasinya yang berada di wilayah pedalaman Sumba Timur, wisatawan yang ingin berkunjung perlu melakukan persiapan matang. Perjalanan darat dari Kota Waingapu membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 jam dengan medan yang cukup menantang dan berkelok. Sangat disarankan untuk menggunakan kendaraan dalam kondisi prima.
Mengingat fasilitas pendukung di lokasi yang masih sangat terbatas, pengunjung diimbau untuk membawa bekal makanan dan minuman sendiri. Selain itu, pengunjung ditekankan untuk selalu menghormati etika dan aturan adat yang berlaku, serta berkomitmen menjaga kebersihan dengan tidak meninggalkan sampah di area wisata.
Redaksi PenaHits.com
Berlokasi di Desa Praing Kareha, Kecamatan Tabundung, Kabupaten Sumba Timur, Air Terjun Laputi menawarkan visual yang berbeda dari air terjun pada umumnya. Keunikan destinasi ini terletak pada struktur tebingnya yang berundak-undak secara alami. Aliran air yang jatuh melewati tingkatan batuan tersebut menciptakan pemandangan layaknya tangga putih raksasa yang turun dari langit.
Suasana di sekitar lokasi terasa sangat tenang, dikelilingi oleh hutan hujan tropis yang masih terjaga keasriannya. Gemuruh air yang jatuh di sela-sela bebatuan purba memberikan atmosfer relaksasi yang luar biasa bagi siapa saja yang mengunjunginya.
Daya tarik utama Laputi tidak hanya berhenti pada air terjunnya saja. Di bagian atas tebing, terdapat Danau Laputi yang menjadi sumber air utama. Air danau yang jernih dengan warna biru kehijauan memantulkan rimbunnya vegetasi hutan, menciptakan gradasi warna yang memanjakan mata. Karena statusnya yang berada di dalam kawasan Taman Nasional, pengunjung juga kerap menjumpai berbagai flora dan fauna endemik Sumba, termasuk spesies burung langka yang menghuni hutan sekitarnya.
Legenda Belut Keramat dan Kelestarian Adat
Di balik keindahan alamnya, Air Terjun Laputi juga menyimpan nilai budaya dan mistis yang kental. Masyarakat lokal hingga kini masih mensakralkan kawasan ini dengan aturan adat yang ketat.
BACA JUGA
Salah satu pemandu lokal menceritakan bahwa di dalam Danau Laputi bermukim belut purba yang dianggap keramat oleh warga setempat. Masyarakat meyakini bahwa siapa pun dilarang keras untuk menangkap atau menyakiti belut tersebut, karena dipercaya dapat mendatangkan kemalangan bagi pelakunya.
Menariknya, kearifan lokal ini justru menjadi benteng pertahanan bagi kelestarian alam di sana. Kepercayaan tersebut secara tidak langsung menjaga ekosistem Laputi tetap murni dan terlindungi dari tangan-tangan jahil yang ingin merusak lingkungan.
Panduan bagi Pengunjung
Mengingat lokasinya yang berada di wilayah pedalaman Sumba Timur, wisatawan yang ingin berkunjung perlu melakukan persiapan matang. Perjalanan darat dari Kota Waingapu membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 jam dengan medan yang cukup menantang dan berkelok. Sangat disarankan untuk menggunakan kendaraan dalam kondisi prima.
Mengingat fasilitas pendukung di lokasi yang masih sangat terbatas, pengunjung diimbau untuk membawa bekal makanan dan minuman sendiri. Selain itu, pengunjung ditekankan untuk selalu menghormati etika dan aturan adat yang berlaku, serta berkomitmen menjaga kebersihan dengan tidak meninggalkan sampah di area wisata.
Redaksi PenaHits.com