Memerangi Krisis Iklim dari Akar: Kadis LHK NTT Ajak Warga Manggarai Timur Tanam Bambu untuk Kelestarian Lingkungan dan Ekonomi
Tanaman Bambu
Borong, Manggarai Timur, 28 November 2025 — Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Nusa Tenggara Timur (NTT), Ondi Cristian Siagian, mengajak masyarakat Desa Rana Mbeling, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, untuk aktif berpartisipasi dalam program penanaman bambu. Inisiatif ini digagas sebagai upaya ganda, yaitu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan potensi ekonomi sosial desa.
Ajakan ini disampaikan saat menghadiri acara Kick Off Program Peningkatan Vegetasi Bambu Agroforest dan Pemanfaatan Lestari untuk Ekologi Sosial dan Ekonomi pada Kamis (27/11). Program ini merupakan kolaborasi antara DLHK NTT dengan lembaga swasta, seperti Bank CIMB Niaga, Yayasan Ayo Indonesia, dan Yayasan KEHATI.
Filosofi Bambu: Hidup Jangka Panjang dan Multi-Manfaat
Dalam sambutannya, Kadis Ondi Cristian Siagian menekankan nilai penting bambu yang sering diabaikan. "Bambu ini banyak manfaatnya, mulai dari akar hingga batangnya. Satu rumpun bambu dapat hidup hingga 75 tahun," jelasnya.
DLHK mendorong masyarakat untuk kembali melakukan budidaya dengan menanam rumpun-rumpun baru. Filosofi bambu, menurut Kadis Ondi, sangat relevan dengan isu keberlanjutan, karena menegaskan pentingnya merawat bumi bukan hanya untuk generasi saat ini, tetapi juga untuk masa depan.
Program ini diharapkan dapat memberikan dampak sosial-ekonomi yang signifikan, di mana bambu dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, kerajinan, hingga sumber penghidupan, yang pada akhirnya akan memperkuat ketahanan komunitas Rana Mbeling dalam menghadapi tantangan lingkungan dan ekonomi.
Redaksi PenaHits.com
Ajakan ini disampaikan saat menghadiri acara Kick Off Program Peningkatan Vegetasi Bambu Agroforest dan Pemanfaatan Lestari untuk Ekologi Sosial dan Ekonomi pada Kamis (27/11). Program ini merupakan kolaborasi antara DLHK NTT dengan lembaga swasta, seperti Bank CIMB Niaga, Yayasan Ayo Indonesia, dan Yayasan KEHATI.
Filosofi Bambu: Hidup Jangka Panjang dan Multi-Manfaat
Dalam sambutannya, Kadis Ondi Cristian Siagian menekankan nilai penting bambu yang sering diabaikan. "Bambu ini banyak manfaatnya, mulai dari akar hingga batangnya. Satu rumpun bambu dapat hidup hingga 75 tahun," jelasnya.
BACA JUGA
DLHK mendorong masyarakat untuk kembali melakukan budidaya dengan menanam rumpun-rumpun baru. Filosofi bambu, menurut Kadis Ondi, sangat relevan dengan isu keberlanjutan, karena menegaskan pentingnya merawat bumi bukan hanya untuk generasi saat ini, tetapi juga untuk masa depan.
Program ini diharapkan dapat memberikan dampak sosial-ekonomi yang signifikan, di mana bambu dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, kerajinan, hingga sumber penghidupan, yang pada akhirnya akan memperkuat ketahanan komunitas Rana Mbeling dalam menghadapi tantangan lingkungan dan ekonomi.
Redaksi PenaHits.com