🔥 BREAKING
Selamat Datang di PenaHits.com - Portal Berita Terpercaya

Memahami Makna 'Hamis Batar': Kearifan Lokal Malaka dalam Menjaga Syukur dan Ketahanan Pangan

Kategori: Budaya 28 Nov 2025 11:07 2 views
Memahami Makna 'Hamis Batar': Kearifan Lokal Malaka dalam Menjaga Syukur dan Ketahanan Pangan

Memahami Makna 'Hamis Batar': Kearifan Lokal Malaka dalam Menjaga Syukur dan Ketahanan Pangan

Betun, Malaka, 28 November 2025 — Kabupaten Malaka, yang dikenal sebagai salah satu lumbung jagung di Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki tradisi budaya yang tak terpisahkan dari hasil panen: Hamis Batar (Ritual Syukur Jagung Muda). Meskipun ritual ini biasanya dilaksanakan pada Maret atau April, keberlangsungan dan makna filosofisnya menjadi sorotan utama dalam upaya pelestarian budaya dan penguatan ketahanan pangan lokal.

Hamis Batar: Ungkapan Syukur dan Keseimbangan Alam
Hamis Batar adalah upacara adat tahunan yang dilakukan oleh masyarakat Malaka (khususnya suku Tetun) sebagai wujud rasa syukur dan terima kasih kepada Na’i Maromak (Tuhan Allah) dan Matebian (arwah leluhur) atas hasil panen jagung yang mereka peroleh.

Ritual ini memiliki tahapan yang sakral dan melibatkan seluruh anggota suku:

Persembahan Awal: Tetua adat (Rato) memimpin ritual di rumah adat (Uma Fukun). Jagung muda terbaik—yang melambangkan kehidupan dan kesuburan—dipersembahkan bersama sirih dan pinang.

Komunikasi Spiritual: Ritual ini berfungsi sebagai jembatan komunikasi, di mana leluhur dimintai restu agar musim tanam berikutnya membawa hasil yang lebih melimpah.
Makan Bersama: Acara ditutup dengan makan jagung muda bersama-sama seluruh anggota suku, yang menjadi simbol persatuan, kebersamaan, dan pembagian rezeki secara adil.

Kearifan Lokal dalam Pertanian Berkelanjutan
Para akademisi dan peneliti kini menyoroti Hamis Batar bukan hanya sebagai ritual budaya, tetapi juga sebagai kearifan lokal dalam perspektif pertanian berkelanjutan.

Jaminan Mutu: Tradisi ini secara tidak langsung mendorong petani untuk menanam varietas jagung terbaik, karena hanya jagung berkualitas tinggi yang akan dipersembahkan dalam ritual.

Ketahanan Pangan: Sebagai daerah yang sangat bergantung pada jagung, ritual ini selalu mengingatkan masyarakat akan pentingnya menanam, merawat, dan menghormati hasil bumi sebagai sumber kehidupan utama.

Pemerintah Kabupaten Malaka, bersama tokoh adat dan gereja, terus mendukung pelestarian Hamis Batar, menjadikannya warisan leluhur yang harus dipertahankan sebagai identitas budaya Malaka.

Redaksi PenaHits.com