Melki Laka Lena Tekankan Kekuatan Budaya Sumba dan Peran Keluarga di Perayaan Natal IKAS Kupang
Pose Bersama Melki Laka Lena Bersama Keluarga Besar Sumba
Kupang β Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena menghadiri Perayaan Syukur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Ikatan Keluarga Asal Sumba (IKAS) Kupang yang berlangsung di Gedung Gereja GMIT Paulus Kupang, Sabtu malam, 10 Januari 2026. Acara tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, dihadiri warga Sumba yang bermukim di Kota Kupang dan sekitarnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa Pulau Sumba memiliki keunggulan budaya dan sejarah yang luar biasa. Ia menyebut kekayaan budaya Sumba, mulai dari rumah adat, museum, seni, hingga tradisi, sebagai aset besar yang harus terus dirawat dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Menurutnya, jika dikelola dengan baik, potensi budaya Sumba tidak hanya akan memperkuat identitas Nusa Tenggara Timur, tetapi juga mampu memberi kontribusi bagi Indonesia dan dikenal di tingkat dunia. Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dan generasi muda dalam menjaga nilai-nilai budaya di tengah arus modernisasi.
Gubernur Melki juga mengaitkan makna Natal dengan kondisi sosial keluarga saat ini. Ia menilai tema Natal PGI dan KWI, βAllah Hadir Menyelamatkan Keluargaβ, sangat relevan dengan kehidupan masyarakat modern. Ia mengajak keluarga untuk kembali membangun dialog dan kebersamaan, seraya mengingatkan bahwa penggunaan gawai yang berlebihan kerap menggerus kualitas komunikasi dalam keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki menyampaikan rencana pembangunan anjungan NTT di Polandia yang akan mengusung model rumah adat Sumba. Anjungan ini direncanakan mulai dibangun pada 2026 dan dibiayai oleh investor pribadi, tanpa menggunakan dana APBD maupun APBN. Fasilitas tersebut ditujukan sebagai sarana promosi budaya dan pariwisata NTT di tingkat internasional.
Ia juga menyoroti persoalan konflik antarwarga asal Sumba di daerah perantauan yang masih kerap terjadi. Menurutnya, konflik tersebut merupakan persoalan serius yang harus dikaji secara mendalam dengan melibatkan akademisi, budayawan, dan tokoh masyarakat agar tidak terus berulang dan merugikan komunitas.
Selain itu, Gubernur Melki mendorong IKAS Kupang untuk berperan aktif dalam menggerakkan ekonomi produktif. Ia menegaskan bahwa NTT hanya bisa maju jika masyarakat lebih banyak berproduksi daripada mengonsumsi. Produk-produk lokal dari kampung halaman, katanya, harus menjadi tuan rumah di daerah sendiri.
Menutup sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi atas semangat persatuan yang terus dijaga oleh IKAS Kupang. Ia mengajak seluruh warga Sumba di perantauan untuk terus merawat kebersamaan, kedamaian, dan memperkuat kerja nyata demi Sumba dan Nusa Tenggara Timur yang maju.
Redaksi PenaHits.com
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa Pulau Sumba memiliki keunggulan budaya dan sejarah yang luar biasa. Ia menyebut kekayaan budaya Sumba, mulai dari rumah adat, museum, seni, hingga tradisi, sebagai aset besar yang harus terus dirawat dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Menurutnya, jika dikelola dengan baik, potensi budaya Sumba tidak hanya akan memperkuat identitas Nusa Tenggara Timur, tetapi juga mampu memberi kontribusi bagi Indonesia dan dikenal di tingkat dunia. Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dan generasi muda dalam menjaga nilai-nilai budaya di tengah arus modernisasi.
Gubernur Melki juga mengaitkan makna Natal dengan kondisi sosial keluarga saat ini. Ia menilai tema Natal PGI dan KWI, βAllah Hadir Menyelamatkan Keluargaβ, sangat relevan dengan kehidupan masyarakat modern. Ia mengajak keluarga untuk kembali membangun dialog dan kebersamaan, seraya mengingatkan bahwa penggunaan gawai yang berlebihan kerap menggerus kualitas komunikasi dalam keluarga.
BACA JUGA
Ia juga menyoroti persoalan konflik antarwarga asal Sumba di daerah perantauan yang masih kerap terjadi. Menurutnya, konflik tersebut merupakan persoalan serius yang harus dikaji secara mendalam dengan melibatkan akademisi, budayawan, dan tokoh masyarakat agar tidak terus berulang dan merugikan komunitas.
Selain itu, Gubernur Melki mendorong IKAS Kupang untuk berperan aktif dalam menggerakkan ekonomi produktif. Ia menegaskan bahwa NTT hanya bisa maju jika masyarakat lebih banyak berproduksi daripada mengonsumsi. Produk-produk lokal dari kampung halaman, katanya, harus menjadi tuan rumah di daerah sendiri.
Menutup sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi atas semangat persatuan yang terus dijaga oleh IKAS Kupang. Ia mengajak seluruh warga Sumba di perantauan untuk terus merawat kebersamaan, kedamaian, dan memperkuat kerja nyata demi Sumba dan Nusa Tenggara Timur yang maju.
Redaksi PenaHits.com