Kasus ISPA Naik 22% di Musim Pancaroba, Puskesmas di Berbagai Daerah Perkuat Layanan Pemeriksaan Dini
Puskesmas di Berbagai Daerah Perkuat Layanan Pemeriksaan Dini
Kesehatan - Memasuki musim pancaroba tahun ini, sejumlah fasilitas kesehatan di berbagai daerah mencatat peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Berdasarkan laporan mingguan beberapa Puskesmas di Jawa, Sumatra, dan Nusa Tenggara, kenaikan kasus mencapai sekitar 22% dibandingkan bulan sebelumnya.
Peningkatan kasus ini disebut berkaitan dengan perubahan cuaca ekstrem, debu jalan, serta aktivitas masyarakat yang meningkat setelah libur panjang. Beberapa Puskesmas melaporkan pasien didominasi kelompok anak usia 5β12 tahun dan lansia.
Kepala Puskesmas Langke Rembong, mengatakan bahwa pihaknya telah memperkuat layanan pemeriksaan dini.
βGejala awal ISPA sering diabaikan. Karena itu, kami membuka layanan pemeriksaan cepat setiap pagi agar warga bisa melakukan screening tanpa antre lama,β ujarnya.
Selain itu, tenaga kesehatan juga melakukan penyuluhan langsung ke sekolah-sekolah mengenai pentingnya menggunakan masker saat udara berdebu serta menjaga kebersihan lingkungan.
Di beberapa daerah, pemerintah kecamatan bekerja sama dengan relawan lokal untuk membagikan masker gratis, terutama di titik rawan polusi seperti pasar, terminal, dan area konstruksi.
Tenaga medis mengimbau masyarakat mengenali gejala ISPA sejak dini seperti batuk, pilek, demam, sesak napas, hingga hilangnya nafsu makan pada anak. Jika gejala berlangsung lebih dari tiga hari, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Editor: Redaksi Penahits.com
Peningkatan kasus ini disebut berkaitan dengan perubahan cuaca ekstrem, debu jalan, serta aktivitas masyarakat yang meningkat setelah libur panjang. Beberapa Puskesmas melaporkan pasien didominasi kelompok anak usia 5β12 tahun dan lansia.
Kepala Puskesmas Langke Rembong, mengatakan bahwa pihaknya telah memperkuat layanan pemeriksaan dini.
βGejala awal ISPA sering diabaikan. Karena itu, kami membuka layanan pemeriksaan cepat setiap pagi agar warga bisa melakukan screening tanpa antre lama,β ujarnya.
BACA JUGA
Selain itu, tenaga kesehatan juga melakukan penyuluhan langsung ke sekolah-sekolah mengenai pentingnya menggunakan masker saat udara berdebu serta menjaga kebersihan lingkungan.
Di beberapa daerah, pemerintah kecamatan bekerja sama dengan relawan lokal untuk membagikan masker gratis, terutama di titik rawan polusi seperti pasar, terminal, dan area konstruksi.
Tenaga medis mengimbau masyarakat mengenali gejala ISPA sejak dini seperti batuk, pilek, demam, sesak napas, hingga hilangnya nafsu makan pada anak. Jika gejala berlangsung lebih dari tiga hari, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Editor: Redaksi Penahits.com