Kapal Pesiar Mewah Prancis Labuhkan Kekayaan Sikka: Wisatawan Le Jacques Cartier Angkat Eksistensi Tenun Ikat dan Budaya Lokal
Kapal Pesiar Le Jacques Cartier
MAUMERE, SIKKA – Sabtu 20 Desember 2025 Pelabuhan Laurentius Say Maumere menjadi saksi kedatangan eksklusif Kapal Pesiar mewah berbendera Prancis, MV. Le Jacques Cartier. Kapal yang membawa 110 wisatawan mancanegara ini singgah di Kabupaten Sikka dalam rangkaian pelayaran dari Kalabahi (Alor) menuju Labuan Bajo, membawa dampak langsung pada promosi budaya dan ekonomi kreatif lokal.
Kapal yang dinakhodai oleh Kapten Christophe Roger Antoine Dupuy ini tiba tepat pukul 07.30 WITA, dan rombongan wisatawan segera disambut dengan proses pemeriksaan dokumen keimigrasian yang didampingi oleh petugas Imigrasi Kelas II TPI Maumere dan PT. Pelni Maumere.
Misi Budaya: Dari Huler Wair ke Promosi UMKM
Kedatangan para turis premium ini bukan sekadar singgah, melainkan memiliki agenda budaya yang padat. Wisatawan dibagi menjadi dua kelompok besar untuk mengeksplorasi dua destinasi unggulan: Sanggar Bliran Sina Watublapi dan Sanggar Dokar Tawa Tanah.
Pengalaman Watublapi: Sebanyak 64 wisatawan menuju Sanggar Bliran Sina di Watublapi. Mereka disambut dengan upacara adat Huler Wair dan disuguhi pertunjukan Tarian Hegong. Momen puncak dari kunjungan ini adalah menyaksikan langsung proses pembuatan tenun ikat sarung pewarna alam yang merupakan kekayaan tradisi Suku Krowe.
Penguatan Doka Tawa Tanah: Kelompok lainnya (46 orang) mengunjungi Sanggar Dokar Tawa Tanah di Desa Umauta. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat posisi sanggar sebagai destinasi budaya unggulan, sekaligus berkontribusi pada upaya pelestarian budaya dan tradisi Suku Krowe.
"Maksud kedatangan mereka adalah untuk menyaksikan pentas budaya etnis Sikka, pameran produk kerajinan, dan ekonomi kreatif pelaku UMKM Kabupaten Sikka, sekaligus wisata kuliner," demikian dilaporkan panitia kegiatan.
Pariwisata Bintang Lima: Efek Multiplier Lokal
Kunjungan ini menunjukkan potensi Sikka sebagai destinasi wisata premium. Kapal Le Jacques Cartier, yang dioperasikan oleh perusahaan Ponant, dikenal memiliki kapasitas terbatas (110 penumpang) dan fasilitas bintang lima, menawarkan pengalaman berlayar yang superior bagi penumpangnya.
Transportasi wisatawan lokal didukung sepenuhnya, melibatkan 9 unit bus dan mobil mini bus yang dikawal ketat oleh Satuan Lalu Lintas Polres Sikka, menjamin kelancaran arus wisata dari pelabuhan ke lokasi sanggar budaya.
Seluruh rangkaian kegiatan budaya ini berlangsung padat dan efektif, hanya dalam satu hari. Pukul 11.30 WITA, rombongan mulai meninggalkan lokasi sanggar dan kembali ke Pelabuhan L. Say Maumere untuk melanjutkan perjalanan pada pukul 12.30 WITA, bertolak menuju destinasi populer berikutnya: Labuan Bajo, Manggarai Barat.
Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum berharga bagi Pemda Sikka dan pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan, memastikan bahwa kekayaan budaya Sikka semakin dikenal di peta pariwisata internasional.
Redaksi PenaHIts.com
Kapal yang dinakhodai oleh Kapten Christophe Roger Antoine Dupuy ini tiba tepat pukul 07.30 WITA, dan rombongan wisatawan segera disambut dengan proses pemeriksaan dokumen keimigrasian yang didampingi oleh petugas Imigrasi Kelas II TPI Maumere dan PT. Pelni Maumere.
Misi Budaya: Dari Huler Wair ke Promosi UMKM
Kedatangan para turis premium ini bukan sekadar singgah, melainkan memiliki agenda budaya yang padat. Wisatawan dibagi menjadi dua kelompok besar untuk mengeksplorasi dua destinasi unggulan: Sanggar Bliran Sina Watublapi dan Sanggar Dokar Tawa Tanah.
Pengalaman Watublapi: Sebanyak 64 wisatawan menuju Sanggar Bliran Sina di Watublapi. Mereka disambut dengan upacara adat Huler Wair dan disuguhi pertunjukan Tarian Hegong. Momen puncak dari kunjungan ini adalah menyaksikan langsung proses pembuatan tenun ikat sarung pewarna alam yang merupakan kekayaan tradisi Suku Krowe.
Penguatan Doka Tawa Tanah: Kelompok lainnya (46 orang) mengunjungi Sanggar Dokar Tawa Tanah di Desa Umauta. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat posisi sanggar sebagai destinasi budaya unggulan, sekaligus berkontribusi pada upaya pelestarian budaya dan tradisi Suku Krowe.
BACA JUGA
Pariwisata Bintang Lima: Efek Multiplier Lokal
Kunjungan ini menunjukkan potensi Sikka sebagai destinasi wisata premium. Kapal Le Jacques Cartier, yang dioperasikan oleh perusahaan Ponant, dikenal memiliki kapasitas terbatas (110 penumpang) dan fasilitas bintang lima, menawarkan pengalaman berlayar yang superior bagi penumpangnya.
Transportasi wisatawan lokal didukung sepenuhnya, melibatkan 9 unit bus dan mobil mini bus yang dikawal ketat oleh Satuan Lalu Lintas Polres Sikka, menjamin kelancaran arus wisata dari pelabuhan ke lokasi sanggar budaya.
Seluruh rangkaian kegiatan budaya ini berlangsung padat dan efektif, hanya dalam satu hari. Pukul 11.30 WITA, rombongan mulai meninggalkan lokasi sanggar dan kembali ke Pelabuhan L. Say Maumere untuk melanjutkan perjalanan pada pukul 12.30 WITA, bertolak menuju destinasi populer berikutnya: Labuan Bajo, Manggarai Barat.
Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum berharga bagi Pemda Sikka dan pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan, memastikan bahwa kekayaan budaya Sikka semakin dikenal di peta pariwisata internasional.
Redaksi PenaHIts.com