🔥 BREAKING
Selamat Datang di PenaHits.com - Portal Berita Terpercaya

Insiden Dugaan Keracunan MBG di TTU: 12 Siswa Dilarikan ke RSUD Kefamenanu, Sumber Makanan dari Dapur SPPG Kefa Tengah 2

Kategori: Kesehatan 28 Nov 2025 11:40 12 views
Insiden Dugaan Keracunan MBG di TTU: 12 Siswa Dilarikan ke RSUD Kefamenanu, Sumber Makanan dari Dapur SPPG Kefa Tengah 2

Tim medis RSUD Kefamenanu menangani 12 siswa yang mengalami gejala keracunan

Kefamenanu, 28 November 2025 — Insiden dugaan keracunan makanan kembali menimpa peserta program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Sebanyak 12 siswa dari empat sekolah berbeda dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Kefamenanu pada Kamis (27/11) pukul 13.45 WITA, setelah mengalami gejala sakit.

Rincian Korban dan Gejala yang Dialami
Total 12 korban ini berasal dari empat institusi pendidikan, dengan mayoritas korban berasal dari satu sekolah:
SDK Peboko: 9 orang
SDN Gua Apliai: 1 orang
SDK 1 Kefamenanu: 1 orang
PAUD Kensulat: 1 orang

Berdasarkan wawancara dengan salah satu siswa korban, gejala yang dirasakan meliputi sakit kepala (pusing), mual, muntah, serta kondisi tubuh yang melemah atau tidak sehat.

Menu Makanan dan Sumber Dapur
Menu makanan yang dikonsumsi oleh para siswa sebelum mengalami gejala diduga keracunan terdiri dari:
Nasi Kuning Daun Ubi Tumis
Ikan Gerong Tepung dan Tahu Goreng
Buah Semangka

Makanan ini diketahui disuplai oleh Dapur Sentra Pengolahan Pangan Gizi (SPPG) Kefamenanu Tengah 2, yang dikelola oleh Yayasan Lux Veritas Abadi, berlokasi di Jln. Soekarno, Kelurahan Kefa Tengah, Kecamatan Kota Kefamenanu.

Kondisi Korban Stabil dan Menunggu Hasil Laboratorium
Pihak medis UGD RSUD Kefamenanu memberikan penanganan cepat kepada para siswa. Hingga saat ini, seluruh siswa yang menjalani pemeriksaan awal telah dinyatakan stabil. Pihak medis memutuskan untuk memberikan tindakan rawat jalan dan mengizinkan siswa untuk pulang ke rumah masing-masing setelah kondisi membaik.

Meskipun demikian, penyebab pasti gejala ini belum dapat dipastikan. Pihak medis saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium atas sampel makanan dan muntahan yang telah diambil. Hasil lab ini akan menjadi kunci untuk penentuan penyebab utama dan menjadi dasar bagi aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti insiden ini.

Kasus ini menambah daftar insiden yang memerlukan evaluasi mendalam terhadap prosedur kebersihan, keamanan pangan, dan pengawasan kualitas dalam pelaksanaan program MBG di daerah.

Redaksi PenaHIts.com