🔥 BREAKING
Selamat Datang di PenaHits.com - Referensi Digital Masa Kini

Fulan Fehan: Padang Sabana Memukau di Perbatasan Belu, Nusa Tenggara Timur

Kategori: Pariwisata 13 Jan 2026 19:01 5 views
Fulan Fehan: Padang Sabana Memukau di Perbatasan Belu, Nusa Tenggara Timur

Padang Sabana Fulan Fehan

Atambua - Di kaki Gunung Lakaan, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, terdapat sebuah lembah yang memukau setiap pengunjung yang datang: Fulan Fehan. Destinasi wisata ini bukan sekadar padang rumput biasa, melainkan perpaduan alam, budaya, dan pengalaman tak terlupakan di ujung timur Indonesia.

Fulan Fehan terletak di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, sekitar 26 kilometer dari Kota Atambua. Lokasinya cukup mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi atau ojek dari pusat kota, meskipun beberapa bagian akses jalan masih alami dan menambah petualangan dalam perjalanan.

Begitu tiba di Fulan Fehan, pengunjung akan disambut oleh hamparan sabana luas yang membentang hingga mata memandang. Pemandangan ini semakin dramatis dengan latar Gunung Lakaan yang menjulang tinggi, menciptakan suasana yang sejuk dan damai, jauh dari hiruk‑pikuk kota.

Yang membuat Fulan Fehan begitu unik adalah padang rumputnya yang dipenuhi kuda dan sapi yang berkeliaran bebas, memberikan nuansa alami seperti di padang savana Afrika atau padang rumput di Eropa. Bahkan, pada pagi hari saat kabut turun, suasana di sini sering digambarkan seolah berada di “negeri atas awan” yang magis.

Selain pesona alamnya, Fulan Fehan juga memiliki nilai budaya yang kuat. Lokasi ini pernah terkenal melalui Festival Fulan Fehan, sebuah acara budaya besar yang menghadirkan tarian tradisional Likurai secara massal, pameran tenun ikat, dan atraksi lokal lainnya. Festival ini turut melibatkan masyarakat dari berbagai daerah, termasuk tetangga dari Timor Leste, dan sempat mencatatkan rekor partisipasi penari yang mengagumkan.
Nama “Fulan Fehan” sendiri memiliki makna mendalam dan berasal dari bahasa lokal, yang mencerminkan hubungan masyarakat dengan lingkungan dan sejarah setempat. Sebagai destinasi wisata, Fulan Fehan tidak hanya menawarkan pemandangan, tetapi juga pengalaman budaya yang kuat bagi wisatawan yang ingin menyelami kekayaan tradisi komunitas lokal.

Bagi pecinta fotografi dan traveler yang mendambakan pemandangan eksotis, Fulan Fehan adalah surga tersembunyi yang wajib dikunjungi. Spot sunrise dan sunset di padang sabana, siluet kuda yang berlatar langit luas, serta hamparan rumput yang berubah warna mengikuti musim menjadi momen yang tak terlupakan.

Meski fasilitas wisata di Fulan Fehan masih dalam tahap pengembangan, keaslian alamnya justru menjadi daya tarik utama. Wisatawan disarankan membawa bekal sendiri, kerana fasilitas seperti tempat makan dan homestay masih terbatas. Namun bagi banyak pengunjung, justru itulah yang membuat perjalanan ke Fulan Fehan terasa seperti petualangan sejati.

Fulan Fehan kini semakin dikenal luas, bahkan gagasan membuat film dokumenter tentang padang savana ini muncul guna memperkenalkan keindahan dan nilai budaya Fulan Fehan kepada masyarakat di luar Nusa Tenggara Timur.

Redaksi PenaHits.com