Cuaca Ekstrem Terjang NTT: Otoritas TN Komodo Berlakukan Sistem Buka-Tutup Jalur Pelayaran
Otoritas TN Komodo Berlakukan Sistem Buka-Tutup Jalur Pelayaran
LABUAN BAJO — Memasuki hari ketiga di tahun 2026, sektor pariwisata di Nusa Tenggara Timur, khususnya di kawasan Labuan Bajo, menghadapi tantangan besar akibat cuaca buruk. Berdasarkan laporan terkini pagi ini, Sabtu (3/1), Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo mengeluarkan peringatan keras terkait tinggi gelombang yang mencapai 2,5 hingga 4 meter di perairan Selat Sape dan sekitarnya.
Keselamatan Wisatawan Jadi Prioritas Utama
Akibat kondisi tersebut, jalur pelayaran wisata dari Labuan Bajo menuju destinasi utama seperti Pulau Padar dan Pulau Komodo hari ini diberlakukan sistem buka-tutup. Sejumlah kapal wisata jenis phinisi dan speedboat dilaporkan tertahan di dermaga mulai pukul 09.00 WITA setelah BMKG merilis status waspada untuk wilayah perairan NTT.
"Kami tidak ingin mengambil risiko. Meskipun ini adalah puncak arus balik libur tahun baru, keselamatan wisatawan adalah prioritas. Kami terus memantau pergerakan awan dan tinggi gelombang secara real-time," ujar perwakilan otoritas pelabuhan dalam keterangan resminya hari ini.
Dampak pada Destinasi Darat: Lonjakan di Gua Batu Cermin
Terhambatnya akses laut membuat konsentrasi wisatawan hari ini beralih ke destinasi daratan. Laporan dari lapangan menunjukkan adanya lonjakan pengunjung di Gua Batu Cermin dan Gua Rangko. Para pelaku perjalanan yang gagal berangkat ke laut dialihkan oleh agen travel ke rute-rute city tour guna meminimalisir kerugian operasional.
Antisipasi Longsor di Jalur Trans-Flores
Selain jalur laut, berita hari ini juga menyoroti kondisi jalur darat Trans-Flores (rute Ruteng-Labuan Bajo). Hujan dengan intensitas tinggi sejak dini hari tadi memicu peringatan dini potensi longsor di titik-titik rawan. Dinas Pariwisata setempat mengimbau wisatawan yang melakukan perjalanan darat (overland) untuk tetap waspada dan menghindari perjalanan pada malam hari selama sisa pekan ini.
Redaksi PenaHits.com
Keselamatan Wisatawan Jadi Prioritas Utama
Akibat kondisi tersebut, jalur pelayaran wisata dari Labuan Bajo menuju destinasi utama seperti Pulau Padar dan Pulau Komodo hari ini diberlakukan sistem buka-tutup. Sejumlah kapal wisata jenis phinisi dan speedboat dilaporkan tertahan di dermaga mulai pukul 09.00 WITA setelah BMKG merilis status waspada untuk wilayah perairan NTT.
"Kami tidak ingin mengambil risiko. Meskipun ini adalah puncak arus balik libur tahun baru, keselamatan wisatawan adalah prioritas. Kami terus memantau pergerakan awan dan tinggi gelombang secara real-time," ujar perwakilan otoritas pelabuhan dalam keterangan resminya hari ini.
BACA JUGA
Terhambatnya akses laut membuat konsentrasi wisatawan hari ini beralih ke destinasi daratan. Laporan dari lapangan menunjukkan adanya lonjakan pengunjung di Gua Batu Cermin dan Gua Rangko. Para pelaku perjalanan yang gagal berangkat ke laut dialihkan oleh agen travel ke rute-rute city tour guna meminimalisir kerugian operasional.
Antisipasi Longsor di Jalur Trans-Flores
Selain jalur laut, berita hari ini juga menyoroti kondisi jalur darat Trans-Flores (rute Ruteng-Labuan Bajo). Hujan dengan intensitas tinggi sejak dini hari tadi memicu peringatan dini potensi longsor di titik-titik rawan. Dinas Pariwisata setempat mengimbau wisatawan yang melakukan perjalanan darat (overland) untuk tetap waspada dan menghindari perjalanan pada malam hari selama sisa pekan ini.
Redaksi PenaHits.com