AMD Siapkan FSR “Redstone” dengan AI‑Upscaling, Rilis 10 Desember 2025
FSR Redstone: Terobosan Teknologi AI AMD untuk Grafis Game Lebih Realistis dan Responsif!
Pada 10 Desember 2025, AMD akan secara resmi meluncurkan rangkaian teknologi upscaling generasi berikutnya yang dinamai FSR Redstone, yang menggabungkan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kualitas grafis sekaligus menjaga performa tetap efisien.
Teknologi ini dirancang tidak hanya untuk memperhalus tampilan game, tetapi juga untuk meningkatkan efek pencahayaan, bayangan, dan ray-tracing melalui model machine learning yang lebih canggih. Berikut beberapa detail teknis dan potensi dampak dari fitur-fitur utama Redstone:
Keunggulan dan Fitur Utama FSR 4 Redstone
AI Frame Generation
Redstone menggunakan model neural (machine learning) untuk membuat frame tambahan (interpolasi frame) di antara frame yang dirender secara tradisional, bukan lagi interpolasi sederhana seperti versi sebelumnya. Dengan frame tambahan ini, gameplay bisa terasa lebih mulus dan responsif, terutama di adegan yang cepat atau sangat dinamis.
Efeknya bisa mirip seperti menaikkan effective FPS tanpa menuntut GPU langsung merender semua frame dari awal.
Ray Regeneration (Regenerasi Sinar)
Ini adalah teknologi AI untuk “merapikan” hasil ray-tracing yang noisy (bising) atau kurang detail. Redstone mampu merekonstruksi data sinar (ray) menggunakan jaringan neural, sehingga bayangan, refleksi, dan cahaya tampak lebih bersih dan realistis.
Karena ray-tracing sering menggunakan sampling terbatas per piksel demi efisiensi, regenerasi ini sangat berguna untuk meningkatkan kualitas visual tanpa perlu sampling ekstrem yang berat bagi GPU.
Neural Radiance Caching
Teknologi ini memungkinkan GPU “mengingat” bagaimana cahaya tidak langsung (indirect lighting) memantul di objek dan lingkungan. Dengan demikian, alih-alih menghitung ulang semua pantulan cahaya setiap frame, sistem bisa menggunakan prediksi berbasis neural untuk memperkirakan pantulan cahaya — menghemat komputasi.
Ini sangat bermanfaat untuk adegan dengan pencahayaan kompleks, terutama di game yang memakai path tracing atau teknik ray tracing lainnya.
Eksklusivitas pada GPU RDNA 4 / Seri RX 9000
Redstone akan tersedia terutama untuk kartu grafis AMD seri Radeon RX 9000 yang berbasis arsitektur RDNA 4, seperti RX 9070 XT. Versi lengkap Redstone (fitur AI frame gen, ray regeneration, dan caching) membutuhkan hardware tertentu (misalnya akselerator AI) yang ada di GPU RDNA 4.
Namun, menariknya, AMD menyatakan bahwa teknologi neural rendering dari Redstone bisa “diubah” agar bisa berjalan di GPU vendor lain (misalnya Nvidia) melalui konversi ke shader compute, berkat proyek AMD ROCm ML2CODE.
Kenapa Ini Penting
Untuk Gamer
Pengguna yang memiliki GPU RDNA 4 akan bisa merasakan grafis yang jauh lebih tajam dan halus — bahkan di pengaturan ray-tracing tinggi — tanpa harus mengorbankan performa secara drastis. Dengan frame generation berbasis AI, game yang sangat menuntut grafis bisa dimainkan lebih lancar dengan pengorbanan sumber daya komputasi yang lebih kecil dibanding render native penuh.
Untuk Pengembang Game
Fitur-fitur seperti regenerasi sinar dan radiance caching membuka peluang optimasi yang lebih efisien dalam membuat efek pencahayaan realistis. Pengembang bisa mendesain game dengan ray tracing yang lebih kompleks, karena sebagian beban bisa “ditolong” oleh AI prediktif.
Untuk AMD Secara Strategis
Redstone menunjukkan langkah AMD yang agresif untuk bersaing dengan teknologi sekelas DLSS dari Nvidia. Dengan menggabungkan AI, upscaling, dan ray-tracing, AMD mencoba mengejar sekaligus melampaui penawaran pesaing dalam hal visual + performa.
Selain itu, eksklusivitas pada seri RX 9000 bisa meningkatkan nilai jual GPU generasi baru AMD dan mendorong adopsi arsitektur RDNA 4.
Untuk Industri PC Gaming Umumnya
Jika teknologi seperti neural radiance caching bekerja dengan baik, ini bisa menjadi standar baru untuk lighting di game masa depan, terutama ketika path tracing semakin populer. AI bukan cuma untuk upscaling, tetapi juga untuk mengoptimasi perhitungan cahaya secara dinamis dan efisien.
Tantangan & Catatan
Karena Redstone awalnya hanya mendukung GPU RDNA 4, banyak pengguna dengan kartu AMD generasi lama (misalnya seri RX 6000 atau 7000) harus menunggu atau tidak bisa menggunakan semua fitur Redstone.
Kualitas rekonstruksi AI (frame tambahan, sinar, pencahayaan) sangat bergantung pada efisiensi model neural yang digunakan. Jika model kurang optimal, bisa muncul artefak (misalnya ghosting pada frame interpolation atau kesalahan pencahayaan).
Kompatibilitas game: Meski Redstone diumumkan, tidak semua game langsung mendukung semua fitur AI tersebut. Pengembang harus mengintegrasikan teknologi ini atau driver AMD harus cukup modular agar bisa aktif di banyak judul.
Editor: Redaksi Penahits.com
Teknologi ini dirancang tidak hanya untuk memperhalus tampilan game, tetapi juga untuk meningkatkan efek pencahayaan, bayangan, dan ray-tracing melalui model machine learning yang lebih canggih. Berikut beberapa detail teknis dan potensi dampak dari fitur-fitur utama Redstone:
Keunggulan dan Fitur Utama FSR 4 Redstone
AI Frame Generation
Redstone menggunakan model neural (machine learning) untuk membuat frame tambahan (interpolasi frame) di antara frame yang dirender secara tradisional, bukan lagi interpolasi sederhana seperti versi sebelumnya. Dengan frame tambahan ini, gameplay bisa terasa lebih mulus dan responsif, terutama di adegan yang cepat atau sangat dinamis.
Efeknya bisa mirip seperti menaikkan effective FPS tanpa menuntut GPU langsung merender semua frame dari awal.
Ray Regeneration (Regenerasi Sinar)
Ini adalah teknologi AI untuk “merapikan” hasil ray-tracing yang noisy (bising) atau kurang detail. Redstone mampu merekonstruksi data sinar (ray) menggunakan jaringan neural, sehingga bayangan, refleksi, dan cahaya tampak lebih bersih dan realistis.
Karena ray-tracing sering menggunakan sampling terbatas per piksel demi efisiensi, regenerasi ini sangat berguna untuk meningkatkan kualitas visual tanpa perlu sampling ekstrem yang berat bagi GPU.
Neural Radiance Caching
Teknologi ini memungkinkan GPU “mengingat” bagaimana cahaya tidak langsung (indirect lighting) memantul di objek dan lingkungan. Dengan demikian, alih-alih menghitung ulang semua pantulan cahaya setiap frame, sistem bisa menggunakan prediksi berbasis neural untuk memperkirakan pantulan cahaya — menghemat komputasi.
Ini sangat bermanfaat untuk adegan dengan pencahayaan kompleks, terutama di game yang memakai path tracing atau teknik ray tracing lainnya.
Eksklusivitas pada GPU RDNA 4 / Seri RX 9000
Redstone akan tersedia terutama untuk kartu grafis AMD seri Radeon RX 9000 yang berbasis arsitektur RDNA 4, seperti RX 9070 XT. Versi lengkap Redstone (fitur AI frame gen, ray regeneration, dan caching) membutuhkan hardware tertentu (misalnya akselerator AI) yang ada di GPU RDNA 4.
BACA JUGA
Namun, menariknya, AMD menyatakan bahwa teknologi neural rendering dari Redstone bisa “diubah” agar bisa berjalan di GPU vendor lain (misalnya Nvidia) melalui konversi ke shader compute, berkat proyek AMD ROCm ML2CODE.
Kenapa Ini Penting
Untuk Gamer
Pengguna yang memiliki GPU RDNA 4 akan bisa merasakan grafis yang jauh lebih tajam dan halus — bahkan di pengaturan ray-tracing tinggi — tanpa harus mengorbankan performa secara drastis. Dengan frame generation berbasis AI, game yang sangat menuntut grafis bisa dimainkan lebih lancar dengan pengorbanan sumber daya komputasi yang lebih kecil dibanding render native penuh.
Untuk Pengembang Game
Fitur-fitur seperti regenerasi sinar dan radiance caching membuka peluang optimasi yang lebih efisien dalam membuat efek pencahayaan realistis. Pengembang bisa mendesain game dengan ray tracing yang lebih kompleks, karena sebagian beban bisa “ditolong” oleh AI prediktif.
Untuk AMD Secara Strategis
Redstone menunjukkan langkah AMD yang agresif untuk bersaing dengan teknologi sekelas DLSS dari Nvidia. Dengan menggabungkan AI, upscaling, dan ray-tracing, AMD mencoba mengejar sekaligus melampaui penawaran pesaing dalam hal visual + performa.
Selain itu, eksklusivitas pada seri RX 9000 bisa meningkatkan nilai jual GPU generasi baru AMD dan mendorong adopsi arsitektur RDNA 4.
Untuk Industri PC Gaming Umumnya
Jika teknologi seperti neural radiance caching bekerja dengan baik, ini bisa menjadi standar baru untuk lighting di game masa depan, terutama ketika path tracing semakin populer. AI bukan cuma untuk upscaling, tetapi juga untuk mengoptimasi perhitungan cahaya secara dinamis dan efisien.
Tantangan & Catatan
Karena Redstone awalnya hanya mendukung GPU RDNA 4, banyak pengguna dengan kartu AMD generasi lama (misalnya seri RX 6000 atau 7000) harus menunggu atau tidak bisa menggunakan semua fitur Redstone.
Kualitas rekonstruksi AI (frame tambahan, sinar, pencahayaan) sangat bergantung pada efisiensi model neural yang digunakan. Jika model kurang optimal, bisa muncul artefak (misalnya ghosting pada frame interpolation atau kesalahan pencahayaan).
Kompatibilitas game: Meski Redstone diumumkan, tidak semua game langsung mendukung semua fitur AI tersebut. Pengembang harus mengintegrasikan teknologi ini atau driver AMD harus cukup modular agar bisa aktif di banyak judul.
Editor: Redaksi Penahits.com